Kamis, 26 Januari 2012

Kesendirian Hati

menatapi dalam kebisuan
 
Semua mengalir ke dalam hati

 
Matahari yang terbit dan ternggelam

 
Hari yang terus berganti dengan kegelapan


Hanya akan ada suara-suara gemuruh


Dan suara daun-daun yang menari


Bersama angin yang kadang datang mengusik hati

 


Tak ada kata-kata untuk terungkapkan



Kata yang indah Bahasa yang indah Tak ada,,,


Tak ada rasa yang indah


Dalam kebisuan kata


Tak ada yang tau


Tak ada yang rasa


Karena kesendirian itu sunyi


Karena semua rasa tak ada tempat berbagi




Terdiam terpaku seperti raga kehilangan bayang


Kata-kata semua rasa tertulis di kertas menjadi puisi


Kesepian ini dan kesendirian ini akan terus berlal


Semoga nanti akan berakhi
r diujung saat kebahagian ku datang

 

**JEJAK KENANGAN**

Dalam jejak malam
Ku susuri jalan kenangan
Di hamparan padang rerumputan
Ku seret langkah ini tanpa tujuan

Aku tiada peduli
rumpun ilalang telah melukai kaki ini
Aku tetap melangkah pergi
Mengikuti kata hati

Hingga langkah kaki ini terhenti
Di suatu tempat yg penuh memory
Sebuah bangku tua
Saksi bisu jalinan asmara kita
Kan selalu jadi cerita
Di penghujung usia

Rabu, 25 Januari 2012

Arti hadiah yg di beri,,,,,



✔ JAM TANGAN → Tanda mengingati setiap masa dan waktu ツ
✔ CINCIN → Tanda ikatan kasih yang abadi ツ
✔ GELANG → Tanda mesra ツ
✔ RANTAI LEHER → Ikatan cinta yang perlu perhatian ツ
✔ SUBANG → Tanda penghargaan dan penghormatan ツ
✔ SEPATU → Sentiasa mengambil berat/prihatin ツ
✔ PAKAIAN/KAIN → Semoga kasih berkekalan dan dekat selalu ツ
✔ PAYUNG → Tanda ka...sih dan sentiasa ingin melindungi ツ
✔ MINYAK WANGI → Tanda cinta ツ
✔ BINGKAI GAMBAR → Sentiasa merindu dan tak ingin berjauhan ツ
✔ BUKU → Bersifat terbuka dan bertolak ansur ツ
✔ BUNGA → Tanda perkenalan dan tanda sayang ツ
✔ COKLAT → Semanis cintamu ツ
✔ LAGU/CD/KAD UCAPAN → Mengabadikan cinta dan kenangan ツ
✔ SEJADAH DAN AL-QURAN → Tandanya kekasihnya itu menyayanginya dunia dan akhirat ツ
✔ HANDPHONE → Tandanya kau jangan lari dari ku!!!! Akan ku mencari mu walau dimanapun (melainkan kalau handphone itu ditutup) ツ



CINTA YANG MENDUA




Malam kian larut
dan rembulanpun bersembunyi di balik taring serigala malam
Ketika mataku sembab dan tak lagi mampu membidik langit
Ketika perih menyembelih hati yang tak lagi bertanduk
Arah tak lagi berliku menyisir jalan yang kian menyempit
Mengerucut pasti seiring kenyataan yang kini makin gamblang

Tembang sumbang ilalang
Menyadarkanku akan keberadaan cinta yang tereka
Bagai puisi pujangga yang tercipta maya
Menghunjam raga yang tak lagi memeluk jiwa

Malam ini burung hantu tak lagi mampu belalakkan mata
Ketika cakarnya mencengkeram jiwaku yang mulai hampa
Tersadar akan cinta yang tak nyata
Tersadar akan cinta yang mendua

Kasih...
Malam semakin larut
Ijinkan aku tuk pejamkan mata
Karena esok mungkin kau tak lagi ada
Saat langkahku terganjal bongkahan luka
Dan tak mampu lagi menggapai bahagia

Kasih...
Cukup sudah hatiku menyulam duka
Kini hanya terdampar lemah di ayunan luka
Karena cinta yang mendua


Sang Fajar

tirani yang kokoh buat sambut rindumu

Kisaran saat tak bisa pisahkan hasrat

Cinta yang aku hidupkan

Adalah fajar yang terus menyingsing

Tahukah arti pergulatan ini?

Langit bersendawa dengan roman birunya

Berbuih bersama tulus putihnya

Sudi terus payungi pasir yang menggunung

Lalu datang keabadaian lewat kelopakku

Yang tak pernah terjamah buliran air mata

Ku sapu tangis embun

Ku redam kalut pagi

Ku peluk geliat siang

Ku cium galau malam

Kekuatan tangkai kehidupan itu jadi milikku

Meski aromaku tak pernah terhirup

Dan indahku tak tersinggahi kilat mata

Ku terlupa

Ku tersisih

Tak apa ku bilang

Karena garisku

Ku hanya lambang keabadian cinta..........

TELAH KU RELAKAN



Segala rasa berkecamuk di dada,
terpuruk dalam galau meminang harapan semu,
lelah memilih arah perjalanan menuju cintamu,
terpaut dalam janji yang tiada pasti,
silau akan gemerlap kepalsuan yang kau beri,
terhianati cintaku tanpa mampu berkelit,

Keresahan menghimpit sukma,
hadirmu bagaikan mimpi buruk dalam hidupku,
lukai jiwa hingga membuatku enggan tuk bangkit kembali,
percayalah cinta,,
telah kurelakan kepergianmu,
telah ku biarkan hati ini kau lukai,
karena cinta pasti kan membawamu kembali,
entah kini atau pun nanti,
ku yakin semuanya telah terltulis rapi di keningku,

Meski hati tak mampu ku ingkari,
pesonamu masih lekat dalam sanubari,
namun tak ingin ku lukai jiwa yang lain,
walau masih ada hasrat tuk gapai segala indahmu kembali,
walau masih ada inginku tuk genggam tanganmu penuh cinta,
tapi sudahlah,,pergilah,,menjauhlah dari mimpi dan nyataku.

Selasa, 24 Januari 2012

Puisi kata cinta untuk pujaan


Ku ingin kau tahu, ku ingin kau selalu
Dekat denganmu setiap hariku
Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu tuk selamanya

Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak peduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu

Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu

Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku

Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu

Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku

puisi cinta dan rindu partII

Memberikan sedikit kado untuk berbagi dengan kalian
Berarti atau tidaknya semua ini...
Kami hanya ingin memberi ini, semoga berharga buat kalian semua....

Kau takkan pernah mengerti
apa yang sedang kualami
kau takkan pernah tahu
sesakit apa hatiku

mengapa kini kau menghilang
lihatlah aku yang sedang bingung
mencari dan terus mencari
sesuatu yang hilang dari hati ini

Tak seperti yang kukira
Ini sungguh tak tertebak
coba tuk menghindarinya
tapi malah q terbujuk

Duduk diam ku merenung
Mencari cara tuk pergi
Rencana yg ku rancang
selalu gagal karena benci

Aku masih disini
Tuk menghindar dari benci
Apa yang salah dengan hati
Yang sudah tak mencinta lagi

Aku ingin kau tau
Apa apa yg ada
Aku ingin kau mengerti
Apa yang terjadi

tak ada niat burukku
tersimpan dihatiku
tak ada maksud hatiku
tuk paksakanmu

cobalah tuk pahami
cerita yg kuberi
cerita yg kau alami
cobalah pahami dgn hati

bukan dgn benci
bukan dgn emosi
bukalah sdikit hatimu
berilah sedikit cintamu

awan gelap menyelimuti
tutupi sinar mentari
suasana yang tak ku mengerti
sungguh butakan hati

rintik air sang dari sang dewa
basahi tanah yang kupi8jak kini
ribuan jalan menuju cinta
hanya satu yang mengarah kehati

tampak bias sinar mentari
berikan pesona pada pelangi
kejujuran bercerta tentang hati
Sutu maksud ribuan arti

Tak seperti yang kukira
Ini sungguh tak tertebak
coba tuk menghindarinya
tapi malah q terbujuk

Duduk diam ku merenung
Mencari cara tuk pergi
Rencana yg ku rancang
selalu gagal karena benci

Aku masih disini
Tuk menghindar dari benci
Apa yang salah dengan hati
Yang sudah tak mencinta lagi

Kupejamkan mataku
Sejenak tuk mengingatmu
Terbayang paras cantikmu
Teringat dengan senyum manismu

Kucoba untuk selami
Apa yang sedang kurasa kini
Rasa yang tak mau pergi
Rasa yang buatku lupa diri

Apa ini yang dimaksud cinta
Buatku lupa dunia
Apa ini yang dimaksud cinta
Jauhkanku dari logika

Jika benar ini cinta
Beri aku satu pertanda
Jika benar ini cinta
Kan kuterima apa adanya

Aku yang slalu sendiri
Hadapi semua janji
Jika tidak tertepati
Aku akan ada rasa benci
karena dalam menanti
banyak tanya dalam hati

Kau ungkap smua tentang aku
Tapi kau berkata tak sepertiku
Aku tak tau apa yang kau mau

Kau buat smua jadi salahku
kau beri lukamu kepadaku
dan kau rantai aku dengan bencimu

kini ku tak sanggup lagi
Menahan semua benci yang ada dihati
jangan bertanya kenapa terjadi
karena smua kemauan hati

Tak mmpu q brhrp lagi
Tak mmpu bila kau kmbali
Dulu kau pergi dgn bnci
Dulu kau pergi tingglkan luka dihati

Dan kini kau tnyakn pada hati
Msh adakah kata maaf tuk cntamu kini
Mngharap ksmptn kdua dgn janji
Dgn kstiaan kau jamin kmauan hati

Ssungghnya msh ada cinta dihati
Ssungghnya tiada brpaling cinta ini
Tapi luka yg kau beri sngguh pilukan hati
Hingga mmbnh rsa tuk mencinta lagi

Senja yang kurasa..
Kini tak ada lagi tawa..
Selepas kau pergi dengannya..
Hanya butiran air mata yg tersisa..

Senja yang dulu bahagia..
Kini tak ada lagi senyum ceria..
Meninggalkan ku dengan seonggok luka..
Berbalut dalam duka lara..

Malam ini kau hadirkan rindu di hatiku,,
Di antara sepi dan malam yang kelabu,,

Malam ini samar bayangmu mengusih hatiku
Dan membuatku
Tersenyum menikmati hayalku tentangmu,,

Kau hadirkan getar cinta di hatiku dan membuatku tak pernah jemu menatap Potretmu,,
Dapatkah diri ini memilikimu,,
Ataukah hanya sebatas mimpi dalam hidupku.

Rinai angin tak jua menepi
sisakan isak yg terus mendecak
terhimpit kelam dlm selaput lamunan
selaksa menghirup asap ~ asap kerinduan,

Ilalang masih melambai
meski seruling nadi tak lagi mendawai
Pergilah sejauh langkah memijak
tanggalkanlah jubah rindumu jika kau mampu
menahan dinginnya cinta yg menusuk kalbu

Selama kau masih menghirup sang bayu
disitulah kau tengah menghirup rinduku..

Aku yang lelah mencintaimu,,
Tertatih membawa cinta ke dalam hatimu,,
Aku tak kuasa luluhkan hatimu
Yang teramat keras sekeras batu.

Merekah kelopak tersayup malu
melukis indah rasa di jiwa
desir menyapa rungu nan kalbu
meski isak masih berpeluh rindu,,

Lirihku masih terendap
takkan mampu jiwa lain menguak
sebab hanya padamulah
cintaku membeku tak tersibak..

Tak takut panas surya diterik hari
Tak lagi mencari tempat berteduh kala hujan basahi tubuh ini
Tak bingung mencari hangat kala angin malam menusuk tulang
Tiada lagi merasa derita cinta yg buatku terjengkang

Saat dulu kau pergi dariku
Selamanya diujung waktu

Karna ku disini
Sepi sendiri
Tangan mendekap tubuh diperut bumi
Sampai nanti

Hingga sangkakala hancurkan alam
Yg kelak satukan kita dikeabadian

Api masih berdendang liar
gemulai menari tertiup angin
menyibak tirani rindu yg kian membeku
dlm pusara jiwa yg tak bertepi,,

Tak mampu dahan menahan
decakan sang bayu kala mendesir
bergurau mesra ditemani ribuan melata
hadirkan paduan tanpa dirijen..

Dipematang daku bergumam
memetik kuntum rinduku
yg merekah tanpa hadirmu
yg kini yg membatu tak bersua..

Aku diam bukan berarti aku bisu,,
Aku diam bukan berarti aku tak mengeja kata hatimu,,
Aku tau apa maksut isyaratmu,,
Dengan menarik ulur waktu yang kian membuat hati ini menjadi ragu,,
Jujurlah apa yang kau mu,,
Sebelum semua menjadi bencana dalam hidupmu.

Apapun yang kuberi
Tak pernah aku memintanya kembali
Apapun yang kau minta
Akan aku coba tuk memberinya

Lalu mengapa kau mencuri
Bukankah kau tak meminta izin dariku
Lalu mengapa kau masih memintanya lagi
Bukankah kau sudah mencurinya kini

Aku sungguh tak tau apa maumu
Mengapa tak pernah kau coba menyapaku
Sedang pintu hatiku selalu terbuka untukmu

Apa lagi yang kau ingin dariku?
Ambillah semua milikku
Aku tak pernah berharga
Tapi kini kau telah membuatku berharga

Bukan uang bukan pula harta
Hanya rangkaian kata
Dan kau mencurinya

Tak apalah jika kau memang mampu
Tak apalah jika memang kau suka
Tapi kenangan itu tak mungkin bisa kau curi dariku
Karena itu hanya ada dalam hati mereka....

Aku berbicara kini bukan karena benci
Tapi karena aku masih sayang kalian
Terserah jika memang itu pilihan kalian
Aku takkan menghalanginya kini

Pilihan takkan lebih dari sekedar pilihan
Karena tiap pilihan muncul karena kalian
Ia takkan pernah ada selama tiada dalam pikiran kalian
Ia akan menjadi beban begitu kalian menciptakannya

Sekuat apapun kau membenciku
Takkan terasa sakit bagiku
Bukan kesombongan yang kutanamkan
Tapi hanya kepercayaan

Aku tak pernah membuat kesalahan
Tapi bukan aku tak penah berbuat salah
Aku hanya berusaha di jalan kebenaran
Terserah jika kau anggap itu salah

Hasil bukanlah aku yang tentukan
Semua bukan aku yang putuskan
Keinginan kalian tetap milik kalian
Jagalah jika memang itu sebuah impian

Setiap langkahku selalu kuperhitungkan
Walau terkadang salah tapi ku tetap berjalan
Bukan karena keegoisan
Hanya menyelesaikan apa yang harus dipertanggung jawabkan

Lihat seperti apa yang kau lihat
Pikirkan seperti apa yang kau pikirkan
Ia takkan pernah berubah jika hanya kau lihat
Ia akan selalu sama seperti yang kau pikirkan

Karena kau yang menciptakannya
Karena itu kau takkan pernah mampu mengurainya
Sebisa yang kau bisa
Hanya itulah yang akan kau dapatkan darinya

Mampu atau tidakknya diriku
Bukan kau yang menilainya
Tapi diriku

Aku yang bekerja bukan untukmu
Kaupun tak pernah bekerja untukku
Bukankah itu jelas terlihat olehmu

Lalu mengapa semua menjadi beban
Mengapa harus kau campakan
Bukankah itu ada karena kehendakmu
Bukankah semua jadi berharga karenamu

Lihatlah dirimu
Tak bisa tapi mampu
Bagai memandang cermin
Serupa tapi kebalikan...

Sepertinya Kau tak paham dengan semua yang terjadi
Mengapa kau tinggalkan benci
Bukankah semua telah kuberi

Aku berlari mengejar bayangmu
Dalam gelap malam yang membutakan mataku,,
Namun demi cintaku sedikitpun aku tak merasa jera
Tuk menggapai asa yang ku punya.

Inilah aku yang bodoh karna mencintaimu
Walau telah luka begitu pedih ku rasa namun semua masih mampu membawaku
Berkelana
Mencari cintamu
Mencari bayangmu.

Apa yang sebenarnya kau mau,, kini tlah kau dapatkan dariku
Namun mengapa kau slalu mengikutiku,,
Biarkanlah aku bemain main dengan aksaraku
Dan menjadikan tempat ini seperti dulu..
Apakah kau tak merasa malu dengan semua perbuatanmu,,
Kau yang telah merampas temapat bermainku dan kini kau masih saja mengikuti langkahku.
Apa mau dan apa salahku padamu.

Kini aku sendiri bertemankan malam yang sunyi.
Hati gelisah kerinduan yang kian memuncah
Berharap hari esok akan segera enyahkan rasa rindu yang tak berubah arah
Hanya padamu pujaan hatiku.

Terbesit di benakku untuk mencoba pudarkan setiaku
Namun hati kecil berkata selalu
Bahwa engkau pasti kembali padaku.

jika kau puas dengan memuntahan amarahmu padaku
aku rela asal kau jangan membuat luka yang lama kembali terbuka.

Jika memang kau cemburu
apakah yang dapat ku lakukan untuk Padamkan api cemburumu.

Letihku dengan sikapmu
Yang slalu saja menyalahkan aku.
Lihatlah merah mataku
Yang slalu menangis karna egomu.

Sekarang usah kau bicara tentang ketulusaan cinta
jika pada kenyata'an nya
Kau belum mampu menguasainya,,

Jika memang kau punya ketulusan cinta namun mengapa kau selalau memaksa
Bukankah cinta tulus dapat menerima segala kekurangan yang ada.

Aku begini atas keingin hati sebab cintaku memang belum sepenuh hati
untuk dirimu yang kini menjalin kasih denganku.

Hari ini telah mengganti kemarin
Aku kini sendiri tiada kawan
Kucoba memumali dengan jari-jariku
Kuketik tiap huruf merangkai kata hatiku
Semua tentang hati kuberikan disini
Kujelaskan maksud hatiku tuk dimengerti
Walau terkadang itu tak berarti apa-apa
Tapi ku yakin esok kan ada cinta

Kini semua terdiam
hanyut digelapnya malam
Dahulu kita memang sejalan
Semua kini telah berubah tak seperti yang kau inginkan

Maaf kasih yang pernah kucinta
Aku putuskan bukan tuk berhenti suka
Jalan kita sungguh berbeda
Biarlah aku dijalanku walau tanpa cinta

Aku selalu menunggu...
Menanti engkau ucapkan cinta
Aku selalu terbayang...
Dirimu yang selalu getarkan hatiku

Ingin kupersembahkan seluruh cintaku untukmu
Tapi apakah kau mau menerimanya
Sungguh hanya dirimulah yang pantas untukku
Sungguh aku ingin memilikimu selamanya

Tapi pantaskah aku tuk berucap itu
Tidakkah ada asa yang menggodamu
Tuk mengungkap apa yang ada dalam hatimu padaku
Ataukah kau biarkan aku selalu menunggu dalam rindu

Andai kau ucap cinta padaku
Aku akan berdoa kaulah yang terkahir dalam hidupku
Akan kuberi seluruh jiwa dan ragaku untukmu
Akan kukorbankan semua yang telah memilihku

Dirimulah yang selalu kunanti
Dirimulah yang selalu kucintai
Walau kutau aku pasti mati
Tapi cinta ini kan tetap abadi

Bukan aku yang meminta
Bukan aku juga yang memberi
Aku tak punya cinta
Mana mungkin kuberi hati

Memang ada suka
Tapi tak pernah ada cinta
Lalu mengapa kau masih setia
Menunggu rasa yang tak pernah ada

Seperti aku yang selalu lari
Selalu mengharap mimpi
Dalam kenyataan yang tiada pasti
Untuk apa kukejar lagi

Biar hati tetap merindu
Biar cinta tetap ada
Karena itu aku bicara
Tuk sampaikan maksud hatiku

Jangan letih tuk menantiku
karena aku hanya bayangan semu
yang menorehkan rindu
disela kegalauan hatimu
mendungpun tak akan bisa
menutupi kabut hatiku
yang merona merah
karena tak kuasa menahan
rindu padamu
lembaran kertas putih ini
telah ku tulis dengan penaku
untuk mengungkapkan
rasa rindu dan cintaku padamu
akan kutunjukkan padamu
bahwa setiaku padamu
masih ada
sampai di penghujung usiaku

Seperti aku dan cintaku
Selalu memaafkan walau tiada kata
Memahami dengan cinta
Walau tak selalu sempurna dimatamu

Pengembara cinta mengayunkan rindunya,,,
Tuk mengobati hati yang luka,,,
Luka karena ditinggal cinta...
Yang jatuh kepelukan tanpa kata,,,

jauh sudah sang pengembara melangkah,,,
Digurun cinta yang penuh kerinduan,,,
Mengais bayang yang tak pernah ujud,,,
Dalam kasih yang terbagi,,,

Biarlah luka itu terobati,,,
Oleh madu rindu yang kubawa...
Adakah hatimu masih tertutup...
Oleh cinta yang telah berlalu,

Melukis wajah yang pernah ada,,,
Dalam kisi2 rinduku,,
Untukmu kekasih hatiku,,,
Yang selalu hadir dalam mimpi2ku,,,

Lewat sudah anganku menyatu,,,
Dengan nadi cintaku,,,
Karena kau hanyalah harapan hampa,,,
Yang tak dapat kuraih lagi,,,

Kau telah jauh dari harapku,,
Tak kan dapat kukejar lagi,,
Baik dengan rindu ataupun asaku,,,
Karena kau memang bukan milikku,,,

Kala senja menjelang...
Aku terdiam dalam sepi..
Namun aku tak bisa begitu saja..
Dapat melupakan wajahmu yang teduh..
Anganku selalu kepadamu...
Wahai kekasih hatiku
Andai aku bisa terbang...
Jangankan hanya diseberang lautan..
Atau di ujung duniapun akan aku tempuh..
Rentangkan sayap tuk terbang menggapai cintamu..

Aku coba berhenti mencintai
Seperti dia berhenti membenciku
Aku malas bicara hati
Seperti ia acuhkan cintaku

Masih tersimpan jelas
Seraut wajah sendu
Di secuil labirin rindu
Hening tercipta
Dalam diamnya suaka batin
Entah kapan kian menjelma nyata Kau yang dulu
Hadir bawa kisah lama
yang belum berujung
Kau dan aku dan Tuhan
Hanya itu yang tahui kisah kita...

Kasih..
Janganlah kau pergi dari sini..
Temanilah aku dengan kehangatan cintamu..
Biarkan aku memeluk rindumu...
Agar rasa dingin yang kelu..
Berganti dengan kehangatan..
Kasih..
Aku ingin engkau tetap tinggal disini..
Untuk berbagi kasih berbalut rindu..
Bersemayam dalam jiwa yang lara..
Biarlah rasa rindu ini hilang..
Dengan adanya dirimu..
Disisiku

Resahku mengagungkan cinta..
Resahku mencari cinta sejati..
Resahku merindukanmu
Resahku bergayut didada..
Dalam sebuah penantian..
Penantian yang tiada ujung..
Untuk menggapai anganku..
Angan tentang cinta..
Angan tentang kerinduan hati..
Yang berujung pada kesedihan,,
Tapi bisa juga pada keindahan..
Cintaku nun jauh disana..
Tak tahu arah mana yg dituju..
Dalam melukiskan kerinduan ini..
Hanya lewat goresan pena..
Dan terwujud sebuah puisi..
Puisi tentang cinta

Setiap jengkal nafasku,,
Ada rindu untukmu...
Setiap detak jantungku..
Juga ada rindu untukmu...
Setiap aku pejamkan mataku...
Ada rindu untukmu..
Setiap kulangkahkan kakiku..
Juga ada rindu untukmu..
Apakah engkau juga merindukanku..
Wahai kekasih hatiku..

Masih adakah rasa ini
Entahlah....
Rasanya aku masih mencintaimu
Alampun mulai ikut tersenyum
Hangatnya cintamu padaku

Janganlah kau duakan aku
Asaku selalu berharap padamu
Malampun selalu membuatku gelisah
Bersama desiran angin yang berhembus
Usap tubuhku penuh kehangatan

Cinta merah jambu
Alirin semua jiwa nan merona
Nyanyikanlah semua lagu kasmaran
Tanpa dentingan melodi
Agar aku terhanyut oleh nyanyianmu

aku lelah
aku penat
hanya menunggu bayangmu
hanya berharap kasihmu
yang semakin lama
semakin memudar
kadang buram
dalam pandangan nanarku
engkau memang mengoda rinduku
mungkin juga menggoda syahwatku
namun aku masih mampu
tuk menahan gairah itu
dalam pagutan malam
kulukis seraut wajah
wajahmu

Aku masih disini...
Menggenggam setiaku....
Berpeluk rindu..
Menanti kedatanganmu...
Aku masih menjaga hatiku...
ketika kau tak berada disisihku...
Cintamu takkan ku biarkan terelai dari jiwaku...
Usah kau ragukan setiaku
Walau ragaku terpisah jauh dari ragamu...

Fajar tadi kusebut namamu dalam doaku
Entah...kapan kita kan bertemu
Hanya asa tertuang di labirin rindu
Doa untukmu agar kau baik-baik di sana
Doa agar kau slalu bahagia
Walaupun belum sepenuhnya kurelakan kau bersamanya

Pagiku mengembang senyum...
Mengukir rindu lewat nada,,,
Nada rindu yang menyelimuti,,,
Kabut cinta yang jingga,,,
Rinduku menepis mimpi,,,
Dan mencumbu bayangmu,,,
Mesti aku tahu,,,
Mimpiku mimpi semu,,,,
Yang bertaburkan wangi bunga,,,
Bunga tanpa warna,,,
Agar rinduku tak ternoda...
Oleh dusta dan penghianatan,,,
Yang selalu menghantui,,,
Laju rinduku padamu,,,

Waktu bergulir dengan cepat....
Perjalananku menuju rumah Allah..
Untuk menenangkan hatiku..
Yang sedang resah dan gelisah..
Diterpa oleh kekosongan jiwa...
Yang hampa dan rapuh....
Tak ada penopang hidup...
Yang dapat membawaku..
Untuk hidup dengan damai...

hasratmu
tuk memiliki
janganlah
kau tutupi
karena malu
terbukalah
biar jelas
bahwa kau
ingin
memilikinya
hilangkan
kelemahanmu itu
agar
tidak mengganjal
di kalbu

Malam makin pekat
Rembulanpun tersenyum suram
Dan aku terdiam tanpa kata
Terpuruk dalam noda

Saat hati menepis asa
Menentang badai prasangka
Badai dusta yang kau torehkan
Di hati yg sedang hampa

Biarlah malam ini aku sendiri
Tanpa rindumu
Tanpa pelukanmu
Dan tanpa senyum manismu

Maka cintailah dlm hening.
Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu..
Agar kesucianmu tetap terjaga..
Agar keanggunanmu tetap terbias..

Sayang..
Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..

kita tak tahu dan tak akan pernah tahu..
Hingga saatnya tiba..
Maka, ku ingatkan padamu,
tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar...
Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar..
Begitu mulia untuk di tampakkan..
Begitu sakral untuk di tumpahkan..

Malam makin pekat
Rembulanpun tersenyum suram
Dan aku terdiam tanpa kata
Terpuruk dalam noda

Saat hati menepis asa
Menentang badai prasangka
Badai dusta yang kau torehkan
Di hati yg sedang hampa

Biarlah malam ini aku sendiri
Tanpa rindumu
Tanpa pelukanmu
Dan tanpa senyum manismu

aku rindu hadirmu......
pekat tak bernyawa,,
entah apa
dia selalu menjelma yang ku cinta,,
biar kusisihkan saja raga ini..
biar tabiat hatimu yang menjawab..
karna selalu ada cinta untukmu..

wahai kasih ku...

Ku tak dapat lagi
Jumpai senyum`Mu
Yang selalu Membuat`ku Rindu..
Ku tak Dapat Lagi Dengarkan Suara`mu
Yang Lemah Lembut` Ketika Mengucap kata Padaku`
Hariku Sunyi Tanpa canda`mu
Bagai Lautan Yang tak Bergelombang`
Seperti Purnama`
Yang Di Telan Gerhana..

,,Jumpai aku ditengah jingga..
Karna senja kan menjemputku..
Ucaplah kata yang ingin kau ucap,
biarkan hatimu yang bicara..
Masih ada aku yang selalu menunggu..
Menunggu hadirnya dirimu..
Walau tak pasti,
harapan kan slalu ada..
Kerinduanku selalu menjamahmu..
Kasih,,!
Rasakanlah,aku tengah di keraguanmu..

Setiap orang punya penderitaannya masing-masing
Janganlah kau salahkan seseorang dengan amarah
Railah tangannya, dan dengarlah
Itu akan membuat hatimu tenang

Aku kini tak bertuan
Kebebasan yang teramat sangat
Namun ku rasa kesepian
Hilang asa putus semangat

Akankah semua kembali
Seperti apa yang kuimpikan selama ini
Mungkinkah dia akan mengerti
Apa yang ada didalam hati

dapat kau rasakan..
gelora yang menggebu diatas tiang penyumbu rindu..
dapatkah kau hayati diatas dendang lagu syahduku padamu
yang berarti doa..
untuk semua bahagiamu..
dekaplah dan rasakanlah..
aku ada dalam kehidupanmu..
sebagai gelora keindahan yang ingin selalu menjagamu...
aku merindukanmu..

Terbang melayang ragaku
Menyentak keindahan malam
Terbaring aku diperaduan
Tanpa kata dan tanpa ucap

Biarlah anganku terdiam
Saat kutatap sang mega malam
Yang hitam menutupi sang rembulan
Dan tertidur di buai alam

Seperti apapun diriku...
Maka inilah diriku...
Jika kau cinta..
Maka cintailah
Jika kau benci
Maka bencilah

Tapi ingat aku bukanlah kesempurnaan
Hanya sesosok manusia biasa
Yang penuh dengan kekurangan
Andai ada kelebihanku
Maka itulah kekuranganku
Andai ada kekuranganku
Maka Itulah kesalahanku...

Ajari aku bahasa perasaanmu..
Agar aku mengerti..
Diam dalam bilik hanya menjadi pengintip..
Aku kan terbujur kaku,
membiru di persimpangan ajal,
bila nestapa rindu semakin menggebu, menjadi masalah..
Biarkan aroma cempaka hilang,
agar kau mengerti..
Disini ku masih menantimu..
Meskipun hanya mimpi..

Semburat sang purnama
Enggan tuk bersinar
Lelah memutari sang waktu
Ingin aku berteriak sekeras-kerasnya
Namun lidahku kelu dan bibirku beku
Gerakkan tubuhpun aku sudah tak mampu
Kemana lagi ku harus menopang ragaku
Untuk menyandarkan cintaku yang kau duakan
Harapankupun sudah musnah
Ku hanya bisa merintih
Ungkapkan hati yang tertoreh luka
Teramat sakit bila kurasa
Engkau dustai cintaku
Rebah segala rindu di dada
ketika semua terungkap secara nyata
Usah kau sesasin dan kau tangisin
Apa yang telah telah kau lakukan padaku
Karena aku telah memaapkan kesalahanmu.

Aku harus menanggung semua
Aku harus pergi dan manjauh
Aku harus temukan sesuatu yang berbeda
Aku harus memulainya tanpa salah

Bila mungkin ada cinta
Bila mungkin ada rasa sayang
Bila mungkin jadi penghalang
Bila mungkin semua berbeda

Jangan lagi ada rasa sesal
Jangan lagi ada benci
Jangan lagi mengharap gagal
Jangan lagi menumpuk asa di hati

Semua ini hanya proses belaka
Semua ini bukan mauku
Semua ini terjadi seketika
Semua ini bukan rencanaku

Pergi saja jika kembali
Pergi saja aku sarankan ini
Pergi saja bila itu maumu
Pergi saja karna itu yang terbaik untukmu

Percuma jika kau tunggu
Percuma jika kau berharap
Percuma jika tak ada janjiku
Percuma jika semua telah menggelap

Harapan itu lebih indah dari kenyataan
Oleh karenanya kita cenderung tenggelam didalamnya
Terwujud atau tidaknya suatu harapan
Bukanlah karena usaha terhebat yang kau perjuangkan tuk mendapatkanya

dirasa namun tak merasa
diam namun bersuara
apa yang kudengar tidaklah nyata
apa yang kurasa hanya hampa

menutup mata tapi melihat
membuka hati namun tersekat
apa yang kulihat hanya bayang sesaat
hati yang jauh dirasa dekat

bukankah aku selalu menantimu
mengapa engkau kini baru menyapaku
dan pergi tanpa tinggalkan pesan
seolah kau kan kembali membawa harapan?

Tak sepertinya kita bersama
Bukan lagi karena benci yang ada
Jika kita dipertemukan oleh cinta
Dan keyakinanmu melebihi darinya....

dari dulu memang msiteri
semakin dalam kau menggali
semakin tak tau arah kembali

jika mudah tuk menghilang
maka mudah pula tuk pulang
hari memang hendak petang
tapi yang dinanti tak kunjung datang

jika kumohonkan maaf lagi
maka usanglah kata-kata ini
karena terdengar diulang-ulang

maaf kuucapkan lagi
bukan tuk bermaksud lari
tapi ketahuilah apa yang kukirim ini
tunggu sebantar lagi

Setapak jalan ku lalui,
bersama indah malam,
penuh perjuangan untuk menahan rasa perih
durinya pun terkubur mati
kini ia telah tersusun
bersama cinta terpatri.
Namun ia tak mengerti tentang perasaan
tak memahami apa yang sedang dirasakan.
Mengguncang si jantung hati,debur ombak menggulung bersama angin laut,
berteman sanubari yang kini samuderanya hanya sepenggal kisah semu,namun rindunya tak sempat terucap.

Kau kira apa aku ini
Mengapa kau selalu bodohi diriku
Tak pernahkah kau merasakan cintaku
Hingga ku sesali ini

Sesuatu yang dilihat, semua akan terekam
Bahkan yang tak terlihatpun, bisa dirasa

Yang terjadi kini bukan tiada asal
Awal dari semua adalah putusan-Nya

Mengapa harus ada sesal
Mengapa harus mengeluh

Bukankah itu hanya ada jika dirasa
Bukankah itu hanya sementara

Ataukah kau coba kekal
Tenggelam dalam bayang

Gelap mungkin berarti terang
Begitu juga sebaliknya

Kenyataan bukanlah kenyataan
Hingga kesesatan menuntun kita

Tiada hal yang bisa dimiliki
Bukan pula pinjaman tau yang lainnya

Mengapa terus bertanya dalam hati
Tidakkah ada kata yang bisa dirangkai

Apa semua arti telah ada
Bukankah itu memang sudah ada

Bingung memang jika hanya dirasa
Takkan ada yang terjadi sekarang ataupun esok

Tiap keputusan punya arahnya masing-masing
Satu dua tiga melangkah tak ada cahaya

Apa sebenarnya yang sudah terjadi
Tiada pertanyaan yang pantas
Mengapa meminta jawaban

Renungan tentang kenangan
Jika bangkit terasa lebih
Itupun membawa kekurangan

Lalu dimana keseimbangan
Tiada karena memang tiada
Semua berat sebalah

Melihat semua yang terjadi dan berlalu
Adalah pelajaran yang takkan tergantikan
Andai memang ada salah dimasa yang lalu
Janganlah engkau lelah untuk memaafkan

Semua ada waktunya
Ia telah menuntukan schedulenya
karnanya ia tak pernah berhenti
Walau ada yang tersakiti

Jika sedetik saja ia terhenti
maka rusaklah alur cerita dunia ini

Kini kau tinggalkan aku sendiri
Dan semua kesalahan kau tuduhkan padaku
Entah yang kau rasa kini
Hingga kau pergi menjauh dariku

Tiada rasa yang kau bagi padaku
Tidak juga salam perpisahan untukku
Kau menghilang begitu saja
Buat hatiku terluka karena cinta

Rasa kecewa yang ada padamu
Seolah aku yang membuatnya ada
Bahkan rasa cintaku kau singkirkan dari hatimu
Dan kau gantikan rasa kecewa

Mengapa kau persalahkan cinta
Cinta ini ada tidak begitu saja
Ia ada dihatiku karenamu
Dan ku jaga pula untukmu

Aku sungguh tak mengerti hatimu
Yang kutau hanya cinta dihatiku
Entah mengapa kau tolak perasaan ini
Dan semakin jauh kau tinggalkan aku sendiri

Mengapa tak kau coba berbagi denganku
Sedikit saja berikan waktu untukku
Tuk buktikan rasa yang ada dihatiku
Tuk bagikan cintaku padamu

Lihatlah betapa egosinya diriku
Sebenarnya bukan karena egoku
Tapi cinta dihatikulah yang menginginkanmu
Cinta ini terus mendorongku kepadamu

Cinta yang buat bayang dirimu ada
Selalu ada tiap kali kupejamkan mata
Buat hariku tanpa jeda
Tak menyiksa tapi sungguh menyiksa

Kini kumohonkan padamu
Berikan satu alasan saja padaku
Agar kumengerti apa mau hatimu
Biar ku tahu semua yang tak ku tahu

Tapi jangan kau beri tahu
Karena aku lebih suka tempe

Dosa apa yang kubuat
Hingga cinta tak berani mendekat
Ingin hati tuk mohonkan maaf
Tapi tiap kembali selalu khilaf

Sekali bertemu kau acuhkan diriku
Kedua kali sedikit kau buka hatimu
Ketiga kali kumohonkan maaf padamu
Keempat kali kau tutup kembali pintu untukku

Terakhir kali kuucap salam perpisahan
Sedih kurasa dalam hati
Karena semua hanya menjadi kengangan
Yang takkan menjadi nyata di dunia ini

Susahnya jadi manusia....
Diberi kemudahan mencari kesusahan...
Diberi susah meminta mudah...
Apa yang terjadi pada diri kita..
kita sendiri yang mengetahuinya...!

Terbuat dari apakah hatimu itu,
hingga keras seperti batu.
Sepercik kata maaf yang kucoba siramkan dengan do'a untuk melebur salah dan dosa,
tiada bisa menembus sela-sela amarah yang menggumpal murka.
Hingga terkikisnya air mata derita,
menjadi kubangan limbah kepahitan hidup.

Bila memang dirasa hati sudah tiada...
Maka hanya bisa terdiam disini tuk cinta...
Walau rasa tak tersampaikan...
Namun hati selalu memaafkan..... 

Aku resah dalam penantian...
Aku gelisah dalam harapan..
Ketika janji tinggal janji..
Yang tak pernah kau tepati...

Aku marah dalam kebimbangan..
Aku galau dalam ketidak pastian..
Berharap kasih yang hilang,,
Ditelan angin malam...

Kenapa..Engkau hanya membuat aku berharap...
Tanpa memberi kepastian...
Kenapa kau ingkari ,,,
janji yang kau ikrarkan dahulu...

dapat kau rasakan..
gelora yang menggebu diatas tiang penyumbu rindu..
dapatkah kau hayati diatas dendang lagu syahduku padamu yang berarti doa..
untuk semua bahagiamu..
dekaplah dan rasakanlah..
aku ada dalam kehidupanmu..
sebagai gelora keindahan yang ingin selalu menjagamu...
aku merindukanmu..

Jika ada aku dihatimu?
Apa ada cinta untukku?
Jika ada cinta dihatimu?
Tidakkah ada benci untukku?

Aku diantara keduanya?
Aku bimbang diantaranya?
Entah cinta yang akan menjadi benci?
Ataukah benci yang menjadi cinta?

Tak sedikit yang aku tahu
Tak sedikit juga yang tak ku tahu
Kembimbangan yang kurasa saat ini
Entah akan berakhir disini...???

Enggan kutemui dirimu lagi,,
Disana kau bermain hati dengan sang laki,,
Sebatas sayang kan kubiarkan menghilang,,
Hingga akhir masa kau hanya mampu kukenang,,

Malam telah mengganti siang
Tapi cinta tak kunjung datang
Aku memang berharap pulang
Tuk redam kesal yang datang

Cinta lupakah kau dengan janjimu
Tiada kabar kuterima darimu
Hingga mentari benamkan diri
Hingga rembulan sombongkan diri

Biarkan semua berakhir oleh waktu
Karena kau bukan pilihan hatiku
Walau kebenaran telah kau ungkap untukku
Tapi hatu tak sanggup tum terima dirimu

Lepaskanlah aku dari belenggu cintamu
Jangan kau paksa aku tuk bertahan dengan cintamu
Cinta dengan cara pandangmu

Aku yang bertahan karena cinta
Cinta yang dulu yang hanya tinggal kenangan
Aku yang bertahan pada kenangan
kenangan dimana cinta itu masih ada

Walau kini ia tak ada lagi untukku
Tapi hatiku selalu ada bersamanya
Karena janjiku terikat padanya
Hingga ia tangguhkan janjiku

Karena janji tetap janji
Walau ingkar tetap ada
Tapi aku tetap menanti
Tuk menagih janji cinta

Apapun yang kulakukan
Selalu kau anggap kesalahan
Apapun yang kujelaskan
Selalu kau anggap kebohongan

Ini bukan untukmu
Hanya sekedar kata tentang cinta
Andai kau yakini semua itu
Maka berbedalah jalan kita

Aku malu pada diriku sendiri
Kenapa aku masih bertahan untuk ini
Aku takkan pernah bisa mencintai
Bukan karena ia tapi karena hati

Hatiku yang kutitipkan pada cinta
Cinta yang pernah ada di hatiku
Bukan dia tapi cinta
Cinta yang pernah kutinggalkan dimasa lalu

Dan aku masih terikat janji pada cinta
Hingga cinta mau bisikian perasaannya
Hingga cinta mau jelaskan semuanya
Karena cintaku membawa hatiku bersamanya

Aku berhenti disini
Sejenak istirahatkan raga ini
Setelah lelah mencari cinta sejati
Yang tak pernah hadir dihati

Tak tau kemana perginya cinta
Terus mencari tanpa henti
Entah akan kudapadti dirinya
Atau hanya akan berakhir sepi

waktuku telah berlalu
dijamah oleh keegoan diri
kini ku hanya bisa berdiri terpaku
mengharap sang waktu
tuk berputar kembali

Kau selalu hidup dihatiku, selalu ada dihidupku
Dirimu selalu bermain dalam pikairanku, terbayang dalam lamunanku
Dan aku selalu berharap cintamu, berharap dapatkan hatimu
Diriku selalu menanti hadirmu, menanti sampaikan pesan cintaku

Aku hanya manusia biasa
Aku tak tampan hanya buruk rupa
Aku tak kaya hanya tak berhata
Aku tak cinta hanya coba tuk suka
Aku tak berharap hanya mengejar aja
Aku tak terlihat hanya dirasa
Aku tak bisu hanya bisa sampaikan kata

mengapa kau mencintaiku?
Tak adakah lelaki sealin diriku?
mengapa engaku selalu berharap padaku?
Adakah salahku padamu?
himgga buat harap untukmu?

Malam telah mengganti siang
Tapi cinta tak kunjung datang
Aku memang berharap pulang
Tuk redam kesal yang datang

Cinta lupakah kau dengan janjimu
Tiada kabar kuterima darimu
Hingga mentari benamkan diri
Hingga rembulan sombongkan diri

Awalnya kau berjanji
Akan selalu ada untuk hati
Namun kini nyatanya kau ingkari

Perih hati merobek luka
Pedih bathinku menusuk jantung
Kembali kini kau hadirkan lara
Disaat ku mulai merasakan cinta

Kau pergi..
Tinggalkan ku seorang diri..

kalau suka dekatilah
kalau sayng sampaikanlah
kalau cinta cintailah

and remember
cinta tak harus memiliki
nafsulah yang menuntun kita tuk ingin memiliki
jikalah kau ikuti nafsu hendaklah ikuti seseai jalan-Nya
Nikalhilah maka halalah untuk memilikinya

Bukan bahagia yang kau beri
Bukan pula kesedihan yang ku terima
Kau yang selalu ada dihati
kau yang selalu aku cinta

Dalam hidupku kau cintaku
Dalam hidupku kau segalanya bagiku
Disaat nafasku mulaiberanjak pergi
Disaat hidupku tinggal sedikit lagi

Jagalah cinta yang ku beri
Jagalah rasa ini dalam hati
Hingga ku jauh pergi
Hingga ku lenyap dari dunia ini

Semua bukan dalahmu
Semua bukan keinginanku
Maaf semua telah terjadi
Maaf semua akan terakhiri

Jika masih ada rasa dihati
Jika masih ada cinta dinanti
Pergilah, pergilah ntuk meraihnya
Pergilah, pergilah tuk mencintainya

Cintailah Ia sepertiku
Cintailah Ia sepenuh hatimu
Karena itukan buatmu bahagia
Karena itukan buatku bahagia

Walau kelak ku jauh disana
Walau jauh kau tetap bahagia
Bukan kareana aku
Bukan karena cintaku

Biarlah kisah ini menjadi kenangan
Biarlah kisah ini menjadi pelajaran
Ketika cinta terpisah kareana takdir Ilahi
Ketika cinta tak bisa tuk dimiliki

Yakinlah kelak kau milikku yang abadi
Yakinlah cinta ini akan mempertemukan kita kembali
Karena cinta kini harus pergi
Karena cinta kini pemberian Ilahi

Kata hanya bagian dari kalimat
Kata menyusun ungkapan seseorang
Begitupula dirimu, dan sikapmu padaku

Seberapa penting waktu didunia
Waktu takkan begitu berharga bagiku
Jika tiada dirimu disisiku

Butir pasir dipantai..
Takkan mampu memindai lukaku yg telah membuai..
Derasnya hujan yg berjatuhan..
Takkan mampu menghapus kepedihan ku karna mu..

Sebilah ucapanmu kala itu..
Sungguh membekas dihati ku..
Sakit terhunus pedangmu..
Sesuatu yg tak pernah terbesit dibenakku..

Sudahlah semua tLah berlalu..
Sesal sempat kau lisankan dari bibirmu..
Semua tLah berakhir seperti inginmu..

Akhiri..
Dan aku akan pergi..

Segaris cahaya bulan
Sekerlipan sinaran bintang
Ada luka yang kian pucat
Kekosongan hati yang kian sesak

Karna cinta mengabdi pada kesunyian alam raya..~

Adalah kebahagian seseorang yang disisinya selalu ada cinta
Adalah kesedihan bagi seseorang yang tiap kali ada cinta dia mengacuhkannya
Kebahagian ataupun kesedihan bukanlah penilaian dari seseorang
Walau ia terlihat bahagia tidaklah menunjukan kebahgian
Walau ia terlihat sedih tidaklah menujunkan kesedihan
Kau takkan pernah tahu seseorang itu bahgia ataupun sedih
Kau takkan pernah bisa menilai seseorang hanya dengan sekali melihat

Bukan bahagia tapi sepi
Sepi bukan berarti tiada
Apapun yang sedang kau ratapi
Membuatku mengelus dada

Bukan janji hanya kata
Jika dirasa layaknya ujian hati
Pergilah jika hati tak berkata
Bertahanlah jika itu kemauan hati

Bukan puisi hanya pujian
Sekadar beri sedikit ekspresi
Walau kini tersa kesepian
Tapi ku selalu disisi

Bukan ini yang ingin kuberi
Jangan kau salah artikan lagi
Semua telah kuanggap seri
Suatu saat kitakan berbagi

Bukan cinta ataupun benci
Menempatkan rasa disisi hati
Sedikit merapat bukan tuk mencaci
Hanya menyapa kekasih hati

Cinta yang membuat kita ada
Tapi cinta pula yang membuat kita tiada
Akhir dari cinta adalah kepedihan
Awal dari cinta adalah kebahagiaan

Semua kehidupan ini bermula dari cinta
Dan kehidupan ini akan berakhir karena cinta

-Lupakan Cinta-

Pantaskah aku menguntungkan orang lain
Sedang aku selalu merugi diantaranya
Mungkinkah aku harus membantah dirinya
Dan pergi tuk mencari jalan lain

Mungkin semua memang salahku
Semua ini terjadi karenaku
Bukan dia tetapi selalu aku
Karena aku adalah dia sedang dia bukanlah aku

Akan kusimpan semua ini
Bukan tuk sesali apa yang sudah terjadi
Biarkan pilihan atas dasar nurani
Walau semya takkan terulang lagi

Sekedar Mencintai

Bukankah cinta itu indah
Bukankah setiap orang mengharapkan cinta
Tapi mengapa kau selalu bersedih
Menghindar dari semua yang kau cinta

Bahkan aku disini yang mengharap cintamu
Kau acuhkan seolah tak ada diriku ataupun cintaku
Aku tak tau dan takkan pernah tau apa maumu
Cobalah...Cobalah walau hanya sekedar mencintaiku

-Entah-

Suatu saat ketika aku kembali, jangan pernah kau palingkan aku lagi.
Suatu saat ketika aku sendiri, hanya dirimulah yang ada dalam khayalku.
Tiada indah jika lewati dunia ini sendiri, tapi tetap kulalui ini.
Mungkin aku yang tak pernah paham dirimu, bukan engkau.

Bila kelak aku kembali, maafkanlah semua aku.
Bila kelak ada cinta, cintailah dan jangan terlalu mengharapku.
Ku ingin sesuatu, tapi aku tak tau apa itu.
Bukan dirimu, tapi sesuatu.

Ya sesuatu yang tak kuketahui kini
Sesuatu yang tak pernah kudapatkan disana
Sesuatu yang sedang berlangsung kini
Tapi aku belumlah tau apa itu yang kurasa

-Takut-

Ku takut engkau menjauh dariku
Ku takut engkau acuhkan aku
Sungguh ku takut jika tiada dirimu
Sungguh ku takut kehilangan cintamu

Disini aku selalu mencintaimu
Disini aku selalu mengharapkanmu
Dan disini aku selalu sayang padamu
Dan disini aku selalu menantikanmu

Maafkan bila ini mengganggumu
Maafkan bila kau tak sukai ini
Karena ini yang kurasa kini
Karena ini rasa takutku

" Kesedihan yang telah Mengajarkan ku "

Kutulis puisi dengan hati..
Agar kata-kata ini tak lagi melukai..
Agar kesedihan tak lagi saling menyakiti..
Agar tak ada lagi rasa sesal dihati..

Telah kau cukupkan kesedihanku..
Dan telah kupenuhi kebahagiaanmu..
Pergilah..
Hadirku akan binasa..

Tiada ditelan waktu..
Hingga takkan pernah lagi kau temukan aku..

Dan kala angin membelai ingatan..
Menyapa engkau dalam kenangan..
Maka saat itu engkau temukan aku dalam ketiadaan..

Kini aku mengerti..
Kesedihan telah mengajarkanku berkata-kata tanpa air mata..~ <