Rabu, 25 Januari 2012

Sang Fajar

tirani yang kokoh buat sambut rindumu

Kisaran saat tak bisa pisahkan hasrat

Cinta yang aku hidupkan

Adalah fajar yang terus menyingsing

Tahukah arti pergulatan ini?

Langit bersendawa dengan roman birunya

Berbuih bersama tulus putihnya

Sudi terus payungi pasir yang menggunung

Lalu datang keabadaian lewat kelopakku

Yang tak pernah terjamah buliran air mata

Ku sapu tangis embun

Ku redam kalut pagi

Ku peluk geliat siang

Ku cium galau malam

Kekuatan tangkai kehidupan itu jadi milikku

Meski aromaku tak pernah terhirup

Dan indahku tak tersinggahi kilat mata

Ku terlupa

Ku tersisih

Tak apa ku bilang

Karena garisku

Ku hanya lambang keabadian cinta..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar